Tabel H beam membantu Anda melihat ukuran profil, ketebalan, serta berat material per meter. Informasi tersebut penting saat Anda menghitung kebutuhan baja untuk proyek konstruksi. H Beam memiliki banyak ukuran dengan karakteristik berbeda. Karena itu, pemilihan profil harus mengikuti kebutuhan struktur dan perhitungan teknis.
Berat material juga berpengaruh pada perhitungan jumlah batang dan kebutuhan transportasi. Dengan melihat tabel ukuran, Anda dapat membandingkan beberapa pilihan sebelum melakukan pemesanan.
Tabel H Beam Berdasarkan Ukuran dan Berat Dari Perwira Steel
Tabel berikut menampilkan beberapa ukuran H Beam yang umum digunakan dalam pekerjaan konstruksi. Berat menggunakan nilai nominal per meter berdasarkan dimensi profil.
| Ukuran | Spesifikasi | Berat/KG |
| HB 100 | HB 100X 100 X 6 X 8 | 203 |
| HB 125 | HB 125 X125 X6.5 X 9 | 283 |
| HB 150 | HB 150 X 150 X 7 X 10 | 373 |
| HB 175 | HB 175 X 175 X 7.5 X 11 | 485 |
| HB 200 | HB 200 X 200 X 8 X 12 | 599 |
| HB 250 | HB 250 X 250 X 9 X 14 | 862 |
| HB 300 | HB 300 X 300 X 10 X 15 | 1116 |
| HB 350 | HB 350 X 350 X 12 X 19 | 1606 |
| HB 400 | HB 400 X 400 X13 X21 | 2021 |
Catatan: Berat aktual dapat berbeda berdasarkan standar produksi dan toleransi manufaktur. Gunakan mill certificate atau spesifikasi pemasok sebagai acuan akhir. Jika anda ingin mengetahui harga besi h beam terbaru nya juga, Hubungi Tim Perwira Steel untuk lebih lanjut.
Apa Arti Angka pada Ukuran H Beam?
Angka pada profil menunjukkan dimensi utama penampang H Beam. Misalnya, H 200 x 200 memiliki tinggi dan lebar nominal sekitar 200 mm. Informasi ketebalan web dan flange juga penting. Keduanya memengaruhi karakteristik penampang serta berat profil.
Tinggi Profil
Angka pertama menunjukkan tinggi nominal profil. Dimensi ini membantu menentukan ukuran penampang yang digunakan pada struktur.
Lebar Flange
Angka kedua menunjukkan lebar flange secara nominal. Flange berperan penting dalam kemampuan profil menghadapi gaya lentur.
Ketebalan Web
Web merupakan bagian tengah yang menghubungkan kedua flange. Ketebalannya menjadi salah satu parameter dalam perhitungan struktur.
Ketebalan Flange
Flange berada pada bagian atas dan bawah profil. Ketebalannya turut menentukan kapasitas penampang terhadap beban.
Bagaimana Cara Menghitung Berat H Beam?
Berat H Beam per batang dapat Anda hitung dari berat nominal per meter. Anda hanya perlu mengalikan berat profil dengan panjang material. Sebagai contoh, H 200 x 200 memiliki berat nominal sekitar 49,9 kg/m. Jika panjangnya mencapai 12 meter, berat nominalnya sekitar 598,8 kg.
Rumus sederhananya adalah:
Berat total = berat per meter × panjang
Contoh:
49,9 kg/m × 12 m = 598,8 kg
Perhitungan tersebut membantu Anda memperkirakan kebutuhan berat material. Namun, gunakan data pemasok untuk mendapatkan angka aktual sebelum pengadaan.
Apa Perbedaan H Beam dan WF? Simak Perbandingannya
H Beam dan WF sama-sama memiliki penampang menyerupai huruf I atau H. Namun, istilah dan spesifikasi produknya dapat berbeda berdasarkan standar serta penggunaannya. H Beam umumnya memiliki flange yang lebih lebar dan tebal. Kondisi tersebut membuat profilnya banyak digunakan pada struktur dengan kebutuhan tertentu.
Sementara itu, istilah WF atau Wide Flange juga mencakup profil struktural dengan konfigurasi flange tertentu. Detail dimensi harus Anda periksa melalui tabel profil. Karena itu, jangan menyamakan semua profil berdasarkan nama dagangnya. Periksa ukuran, ketebalan, standar, dan berat nominal sebelum membeli.
Faktor yang Menentukan Pemilihan H Beam
Ukuran bukan satu-satunya pertimbangan ketika Anda memilih profil baja. Kondisi struktur dan kebutuhan proyek juga menentukan pilihan yang tepat. Beberapa faktor berikut perlu Anda perhatikan sebelum melakukan pemesanan material.
1. Beban Struktur
Hitung beban mati, beban hidup, dan beban lainnya sesuai kebutuhan proyek. Data tersebut menjadi dasar pemilihan profil.
2. Panjang Bentang
Bentang yang lebih panjang dapat membutuhkan profil dengan karakteristik penampang berbeda. Perencana perlu memeriksa respons struktur terhadap beban.
3. Kondisi Tumpuan
Jenis tumpuan memengaruhi perilaku balok atau elemen struktur. Karena itu, kondisi sambungan juga perlu masuk dalam analisis.
4. Spesifikasi Material
Grade baja menentukan karakteristik mekanis material. Pastikan produk memenuhi spesifikasi yang tercantum dalam dokumen proyek.
5. Kondisi Lingkungan
Area dengan kelembapan tinggi membutuhkan perlindungan terhadap korosi. Pilihan coating dan sistem proteksi perlu menyesuaikan lingkungan.
Mengapa Berat H Beam Penting dalam Pengadaan?
Berat material berpengaruh langsung terhadap kebutuhan logistik proyek. Informasi tersebut membantu Anda memperkirakan jumlah muatan dan kapasitas pengangkutan. Berat juga membantu proses estimasi biaya material. Anda dapat mengalikan kebutuhan panjang dengan berat nominal per meter. Selain itu, data berat membantu tim proyek mengatur proses handling. Crane, alat angkat, dan metode pemindahan harus mengikuti kapasitas yang tersedia.
Memudahkan Estimasi Material
Data kilogram per meter membuat perhitungan kebutuhan menjadi lebih praktis. Anda dapat mengubah kebutuhan panjang menjadi estimasi berat.
Membantu Perencanaan Transportasi
Jumlah dan berat material memengaruhi pengaturan kendaraan. Tim logistik dapat menyesuaikan kapasitas angkut berdasarkan kebutuhan proyek.
Mendukung Perencanaan Handling
Profil berukuran besar membutuhkan metode pemindahan yang tepat. Data berat membantu tim menentukan peralatan handling yang sesuai.
Butuh H Beam Dengan Harga Terbaik? Dapatkan Penawarannya dari Perwira Steel
Perwira Steel dapat membantu memenuhi kebutuhan material baja untuk berbagai pekerjaan konstruksi. Anda dapat berkonsultasi mengenai ukuran, spesifikasi, ketersediaan, dan kebutuhan material proyek.
Hubungi Tim Perwira Steel sekarang untuk mendapatkan informasi produk dan penawaran harga sesuai kebutuhan konstruksi Anda.