Cara Menghitung Berat Besi Beton dengan Rumus SNI

besi beton ulir sni
Daftar Isi

Dalam dunia konstruksi, besi beton merupakan material utama yang menentukan kekuatan dan ketahanan struktur bangunan. Namun, masih banyak pelaku proyek—mulai dari kontraktor, mandor, hingga pemilik bangunan—yang belum memahami cara menghitung berat besi beton secara benar sesuai standar SNI. Padahal, perhitungan berat besi beton sangat krusial untuk menentukan kebutuhan material, estimasi biaya, serta memastikan kualitas struktur bangunan.

Melalui artikel ini, Perwira Steel akan membahas secara lengkap dan mudah dipahami tentang cara menghitung berat besi beton dengan rumus SNI, dilengkapi contoh perhitungan, tabel berat, dan tips penting agar Anda tidak salah membeli material di lapangan.

Mengapa Menghitung Berat Besi Beton Itu Penting?

Menghitung berat besi beton bukan sekadar urusan angka, tetapi menyangkut banyak aspek penting dalam proyek konstruksi, antara lain:

  1. Menentukan kebutuhan material secara akurat
    Dengan perhitungan yang tepat, Anda terhindar dari kekurangan atau kelebihan besi.
  2. Mengontrol anggaran proyek
    Berat besi beton berkaitan langsung dengan harga jual (kg/ton). Salah hitung bisa menyebabkan pembengkakan biaya.
  3. Menjamin kualitas dan kekuatan struktur
    Besi beton yang sesuai berat SNI memastikan kekuatan tarik dan daya dukung sesuai perencanaan struktur.
  4. Mencegah penggunaan besi non-standar
    Besi beton yang lebih ringan dari standar sering kali menjadi indikasi kualitas rendah.

Sebagai produsen dan distributor terpercaya, Perwira Steel selalu menekankan pentingnya edukasi teknis ini agar konsumen mendapatkan produk Besi Beton SNI yang benar-benar sesuai standar

Apa Itu Standar SNI untuk Besi Beton?

SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk besi beton mengatur berbagai aspek, seperti:

  • Diameter nominal
  • Berat per meter
  • Toleransi ukuran
  • Kekuatan tarik dan ulur
  • Komposisi material

Besi beton yang memenuhi SNI memiliki berat teoritis yang konsisten, sehingga dapat dihitung dengan rumus baku yang berlaku secara nasional dan internasional.

Rumus SNI Menghitung Berat Besi Beton

Rumus Umum Berat Besi Beton

Menurut standar teknik konstruksi, rumus SNI untuk menghitung berat besi beton adalah:

Berat (kg) = (D² × L) / 162

Keterangan:

  • D = Diameter besi beton (mm)
  • L = Panjang besi beton (meter)
  • 162 = konstanta berat jenis baja (±7.850 kg/m³)

Rumus ini digunakan secara luas dalam perencanaan struktur dan pengadaan material konstruksi.

Contoh Perhitungan Berat Besi Beton

Contoh 1: Besi Beton Polos Ø10 mm

  • Diameter (D) = 10 mm
  • Panjang (L) = 12 meter

Perhitungan:

Berat = (10² × 12) / 162

Berat = (100 × 12) / 162

Berat ≈ 7,41 kg

👉 Jadi, 1 batang besi beton polos Ø10 mm panjang 12 m memiliki berat ±7,41 kg.

Contoh 2: Besi Beton Ulir Ø13 mm

  • Diameter = 13 mm
  • Panjang = 12 meter

Berat = (13² × 12) / 162

Berat = (169 × 12) / 162

Berat ≈ 12,52 kg

👉 Berat 1 batang besi beton ulir Ø13 mm adalah sekitar 12,5 kg.

Produk Besi Beton SNI Perwira Steel selalu konsisten dengan berat teoritis ini, sehingga aman digunakan untuk proyek skala kecil hingga besar.

Tabel Berat Besi Beton SNI (Panjang 12 Meter)

Berikut tabel referensi berat besi beton sesuai rumus SNI:

Diameter (mm) Berat per Batang (kg)
6 ±2,66 kg
8 ±4,74 kg
10 ±7,41 kg
12 ±10,65 kg
13 ±12,52 kg
16 ±18,96 kg
19 ±26,76 kg
22 ±35,85 kg
25 ±46,30 kg

💡 Catatan: Berat di atas adalah berat teoritis SNI. Besi beton berkualitas dari Perwira Steel memiliki toleransi yang sangat ketat sesuai regulasi nasional.

Cara Menghitung Total Berat untuk Kebutuhan Proyek

Misalnya:

  • Menggunakan besi beton Ø10 mm
  • Jumlah batang: 100 batang
  • Berat per batang: 7,41 kg

Maka total berat:

100 × 7,41 = 741 kg

Dengan perhitungan ini, Anda bisa:

  • Menentukan total tonase
  • Menghitung estimasi biaya
  • Mengatur logistik dan pengiriman material

Waspada Besi Beton di Bawah Standar!

Besi beton yang tidak sesuai SNI biasanya memiliki ciri:

  • Diameter lebih kecil dari standar
  • Berat lebih ringan dari tabel SNI
  • Mudah bengkok
  • Tidak ada label atau sertifikat resmi

Menggunakan besi seperti ini berisiko besar terhadap:

  • Retak struktur
  • Penurunan daya dukung bangunan
  • Kerugian jangka panjang

Karena itu, Perwira Steel hanya memproduksi dan mendistribusikan Besi Beton SNI asli, dengan berat, ukuran, dan kualitas yang terjamin.

Komitmen Perwira Steel terhadap Standar SNI

Sebagai bagian dari industri baja nasional, Perwira Steel berkomitmen untuk:

  • Menyediakan besi beton polos dan ulir sesuai SNI
  • Menjaga konsistensi berat dan diameter
  • Mendukung pembangunan yang aman dan berkelanjutan
  • Memberikan edukasi teknis kepada konsumen dan mitra proyek

Setiap batang Besi Beton Perwira Steel dirancang untuk memberikan kekuatan maksimal, daya tahan tinggi, dan keamanan struktur jangka panjang.

 

Artikel Lainnya

Gempa Bumi di Sumatra: Mengapa Struktur Baja Lebih Tahan Dibanding Material Konvensional

December 23, 2025
Bencana Alam Sumatra

Bagaimana Baja Membentuk Wajah Kota Metropolitan

September 23, 2025
supercool ben

Kolaborasi Supercoolben & Perwira Steel: Estetika Kreatif Bertemu Ketangguhan Struktural

July 24, 2025

Download Company Profile